LAMPUNGTIMUR--Masyarakat Lampung Timur kecewa terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Kekecewaan itu muncul, lantaran Jokowi batal hadir mengunjungi Festival Budaya di Taman Wisata Randu Mas, Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Minggu (28/6/2026).
Sesuai agenda atau rundown acara kunjungan safari politik Jokowi di Provinsi Lampung dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 26-28 Juni 2026. Pada hari ketiga kunjungannya, Jokowi akan hadir di Festival Budaya di Kabupaten Lampung Timur, Minggu (28/6/2026) sekira pukul 09.00 WIB.
Pantauan Bilahnews.id dilokasi, sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi acara Festival Budaya bersama keluarga, tetangga dan kerabat untuk dapat melihat langsung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Berbagai persiapan penyambutan melalui pentas kesesenian daerah adat Lampung, Padang dan Bali telah disiapkan dengan matang oleh panitia, tokoh adat, relawan, pengurus Bela Budaya Nusantara serta masyarakat. Bahkan rencanya, Joko Widodo akan membagikan bingkisan sebanyak 1.000 paket sembako.
Ratusan warga telah menunggu kedatangan Jokowi mulai di dalam lokasi acara, hingga di depan pintu masuk lokasi acara tersebut. Selain itu, para pedagang berada disekitar lokasi juga ramai membicarakan kedatangan Jokowi.
Keramaian itu juga terpantau di ruas jalan utama menuju lokasi acara festival tersebut, warga masih ramai berdatangan. Bahkan ribuan warga dikabarkan bersiap datang untuk menyambut kedatangan Jokowi yang masih memiliki banyak pendukung.
Namun, acara yang sudang dirancang matang dari jauh hari itu menjadi panggung kekecewaan warga, panitia dan tokoh adat. Pasalanya, Jokowi batal hadir di acara Festival Budaya tersebut, ketidakhadiran itu tanpa ada kejelasan pasti.
Sekira pukul 11.30 WIB, warga yang kecewa mendengar Jokowi batal datang di acara Festival Budaya tersebut mulai membubarkan diri dari lokasi. Sementara seribuan paket sembako yang sudah disipakan untuk dibagikan, warga menolak menerimanya karena merasa kecewa.
Bahkan kekecewaan itu juga dilampiaskan oleh beberapa panitia acara, mereka melemparkan atau membuang kartu Id Card ke panitiaan.
Lokasi Festival Budaya di Taman Wisata Randu Mas, Desa Pugung Raharjo yang tadinya riuh ramai warga dari berbagai daerah di Kecamatan Sekampung Udik berdatangan menyambut kedatangan Jokowi, sekira pukul 13. 35 WIB menjadi sepi total bak kampung tanpa berpenghuni.
Warga Kecewa Menunggu Berjam-jam dari Pagi
Sri, salah seorang warga Desa Sidoharjo mengaku kecewa lantaran Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) batal datang menhgadiri acara Festival Budaya. Padahal, ia bersama anaknya, kerabat serta tetangganya telah menunggu kedatangan Jokowi sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
“Kecewa kami. Sudah datang jauh-jauh dan lama menunggu berjam-jam, Pak Jokowi tidak jadi datang. Padahal kami tidak butuh sembako atau lainnya, kami hanya ingin melihat langsung Pak Jokowi saja,”ucapnya kepada Bilahnews.id dilokasi, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, Informasi mengenai kedatangan Jokowi di acara Festival Budaya ini diketahui warga, sudah sejak jau hari dari mulut ke mulut atau sebelum pagelaran ini dipersiapkan.
Kekecewaan juga disampaikan Ida Rumiati, salah seorang warga Desa Pugung Raharjo, karena sejak dari pagi bahkan ia rela tidak masak dan datang ke acara Festival Budaya ini, demi ingin untuk bisa melihat Jokowi langsung.
“Pastinya kami sangat kecewa. Sudah sejak pagi menunggu bahkan berjam-jam ini menunggunya, eh Pak Jokowi batal datang. Bukan saya saja yang kecewa, semua masyarakat juga pada kecewa,”kata dia.
Salah satu tokoh adat Sekappung Limo Migo Lampung Timur, Kausar gelar Pangeran Pagar Alam juga menyampaikan kekecewaanya. Padahal, acara Festival Budaya ini dipersiapkan jauhari sebelumnya. Bahkan kurang lebih selama satu bulan kami menyiapkan segalanya, tahapan demi tahapan kami laksanakan sesuai dengan juknis dari tim Jokowi.
“Dengan tulus dan iklas kami menyiapkan segalanya, tapi kenyataanya Pak Jokowi batal datang di acara Kirab Budaya ini. Kami dikecewakan, dan masyarakat juga sangat kecewa. Kami tidak ada yang menolak kehadiran Pak Jokowi, tapi kami merasa dibohongi karena ini sepihak dan tidak ada kejelasan Pak Jokowi tidak b isa hadir dalam gelar Festival Budaya ini,”kata dia.
Mulyono Sampaikan Kekecewaan dan Permintaan Maaf
Menanggapi kabar batalnya kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) tersebut. Ketua Umum Bela Budaya Nusantara, Mulyono menyampaikan kekecewaannya atas tidak hadirnya Jokowi di acara Festival Budaya tersebut. Kekecewaan ini juga, dirasakan oleh semua pihak baik itu tokoh adat, panitia serta masyarakat.
“Meski kecewa, saya mengimbau seluruh elemen masrakat, tokoh adat dan panitia tetap bersabar dan tidak emosional. Saya paham, karena selama tiga minggu kita menyiapkan segalanya agar terlaksananya acara Festival Budaya ini,”kata dia dihadapan tokoh adat, panitia, dan masyarakat.
Kemudian ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang telah mempersiapkan diri, dan berharap bisa dapat bertemu langsung dengan Joko Widodo di Pugung Raharjo sejak pagi tadi.
“Kami mohon maaf, dan kami juga memahami rasa kecewa ini karena antusias masyarakat masih sangat besar,”ujarnya.
Batalanya kunjungan Jokowi ini, kata Mulyono, bukanlah keinginan dari pihak panitia maupun adanya penolakan dari pihak masyarakat. Namun ia berharap, masyarakat dapat memahami situasi yang terjadi dan tetap menjaga semangat kebersamaan yang selama ini telah lama terbangun dengan baik.
Selain itu, ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu berbagai persiapan penyambutan, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, relawan, hingga warga yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk acara Festival Budaya ini.
“Kami ucapakan terima kasih kepada seluruh pihak dan masyarakat yang telah menunjukkan dukungan dan antusiasme yang luar biasa. Mudah-mudahan, pada kesempatan mendatang Pak Jokowi dapat berkunjung ke Pugung Raharjo dan bertemu langsung dengan masyarakat,”ujarnya.
Ia menambahkan, dari awal ia sudah menyampaikan bahwa acara ini adalah Festival Budaya, jadi tidak ada hal kepentingan lain. Kemudian ia meminta kepada perwakilan dari Joko Widodo (Solo), Heru untuk bisa menjelaskan kepada masyarakat.
Namun Heru tidak bisa menjelaskan alasan batal hadirnya Jokowi di acara Festival Budaya tersebut, meski sudah diagendakan akan dikunjungi.
“Kami datang kesini, hanya ingin menyaksikan langsung pagelaran Festival Budaya ini karna kedekatan kami dengan Pak Mulyono,”singkat Heru.
Meski kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo tersebut gagal, masyarakat berharap situs bersejarah Taman Purbakala Pugung Raharjo dan pelestarian budaya di Kabupaten Lampung Timur tetap menjadi perhatian berbagai pihak. (Chy/Red)