home

HOME

pages

HALAMAN

RATUSAN KENDARAAN ANTRI SOLAR DI SPBU 24.354.61 KOTADALAM, MENGULAR SEPANJANG 1 KILOMETER

24-06-2026 | Daerah | 55x dibaca
RATUSAN KENDARAAN ANTRI SOLAR DI SPBU 24.354.61 KOTADALAM, MENGULAR SEPANJANG 1 KILOMETER
"Dok situasi antrian panjang di SPBU 24.354.61, menunggu jam buka operasional"

Lampung Selatan – Hingga dini hari tadi, ratusan kendaraan berbagai jenis terpaksa mengantre sangat panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.354.61 Kotadalam, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (24/6/2026). Penumpukan kendaraan ini terjadi karena layanan pengisian bahan bakar jenis Solar belum beroperasi, meskipun SPBU tersebut tercatat beroperasi selama 24 jam. BILAH NEWS | 24 Juni 2026

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi hingga pukul 01.56 WIB, kendaraan terlihat berjejer rapi memanjang hingga mengisi bahu Jalan Lintas Sumatra, dengan panjang antrean mencapai sekitar 1 kilometer. Kondisi ini jelas mengganggu kelancaran arus lalu lintas utama yang melintasi wilayah tersebut. Sementara itu, pihak pengelola tetap melayani pengisian bahan bakar jenis Pertamax dan Pertalite, namun penyaluran Solar belum dapat dilakukan sama sekali.

Situasi tersebut memicu kekecewaan mendalam bagi para pengendara yang sudah menunggu berjam-jam. Salah satunya adalah Pendi (43), seorang sopir truk asal Palembang. Ia mengaku sudah bersabar menunggu sejak pukul 22.30 WIB malam sebelumnya, namun hingga berita ini diturunkan belum ada kejelasan kapan layanan Solar akan kembali dibuka.

“Saya sudah menunggu sejak pukul 22.30 malam, tapi sampai sekarang belum ada kepastian apa-apa dari pihak SPBU. Hanya Pertamax dan Pertalite yang bisa diisi, sedangkan Solar belum bisa sama sekali,” keluh Pendi dengan nada kecewa.

Hal serupa dirasakan Karnan (37), pengemudi truk asal Kotabumi, Lampung Utara. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan pulang dari Jakarta dan memutuskan ikut mengantre di lokasi karena khawatir kehabisan bahan bakar di tengah jalan, mengingat kondisi pasokan di tangkinya sudah menipis.

“Minyak di tangki sudah tinggal sedikit. Kalau saya paksakan lanjut perjalanan, saya takut tidak menemukan SPBU lain yang melayani Solar. Makanya saya rela antre di sini. Sudah lebih dari dua jam menunggu, rasanya kecewa sekali harus menunggu lama tanpa ada kepastian waktunya,” ungkap Karnan.

Masalah ketersediaan ini ternyata diperparah dengan sistem pelayanan yang dinilai sangat terbatas yang di lakukan oleh pihak SPBU 24.354.61. Berdasarkan keterangan warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi, pasokan Solar sebenarnya tersedia, namun penyalurannya sengaja dibatasi hanya pada jam-jam tertentu saja, yaitu pukul 01.00 hingga pukul 03.00 dini hari. Pembatasan jam operasional inilah yang menjadi pemicu utama penumpukan kendaraan dalam jumlah besar dalam waktu yang bersamaan.

Ungkap salah satu warga setempat
Sebenarnya kalau mau mengisi Solar di SPBU Kotadalam ini, dari pagi sampai sore itu mustahil dapat. Kita harus tahu jam bukanya, karena pengisian baru dilakukan tengah malam, sekitar jam 1 sampai jam 3 dini hari. Kadang sudah antre lama, tapi giliran kami tiba, operator malah bilang Solarnya sudah habis,

Ia menambahkan, “Solarnya sebenarnya ada tiap hari, tapi penyalurannya memang cuma dibuka jam 1 sampai jam 3 pagi saja. Makanya kendaraan menumpuk banyak sekali di waktu malam, antreannya mengular sampai ke jalan raya dan pasti mengganggu lalu lintas. Ini sudah sering terjadi, tapi belum ada solusinya.” situasi seperti ini sudah menjadi makanan tiap malam hari, 


Dok pantauan bilahnews.id kendaraan antri seperti ular di SPBU 24.354.61, kotadalam mengganggu lalulintas, 


Kondisi ini tentu sangat merugikan, baik bagi para pengguna jalan yang terhambat maupun warga sekitar yang merasa terganggu. Di sisi lain, para pengemudi kendaraan berat atau niaga terpaksa harus bersusah payah begadang dan menunggu hingga dini hari hanya untuk mendapatkan pasokan bahan bakar bersubsidi yang menjadi haknya.

Masyarakat setempat pun berharap adanya langkah penataan jadwal pelayanan atau penambahan kuota pasokan agar antrean tidak lagi menumpuk dan mengganggu ketertiban umum serta kelancaran lalu lintas di wilayah Kotadalam, Lampung Selatan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab terhentinya layanan sementara tersebut, alasan pembatasan jam buka, maupun kepastian kapan operasional penyaluran Solar akan kembali normal.

(A D S)

Admin

Admin

Jasa Pembuatan News CMS