LAMPUNG - SIDOMULYO. Debu hasil proses pengolahan sabut kelapa di PT Wongsool, Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo, kian menjadi ancaman nyata bagi warga sekitar. Debu halus diketahui berterbangan bebas hingga masuk ke pemukiman warga, mengganggu kenyamanan, menghambat aktivitas sehari-hari, serta terbukti berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat sekitar.
Menanggapi pemberitaan di bilahnews.id mengenai gangguan debu dan dampak kesehatannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan, Sepri, memberikan tanggapan singkat. "Wa'alaikumsalam, nanti kami akan tembuskan ke Tim Garda atau tim gabungan agar segera turun ke lapangan," tulisnya.
Awak media juga telah menghubungi sejumlah pejabat yang berdomisili di wilayah Kecamatan Sidomulyo melalui pesan WhatsApp, untuk meminta tanggapan terkait keluhan yang dihadapi masyarakat Desa Sukabanjar.
Menanggapi hal tersebut, Camat Sidomulyo, Prans Sinatra Adung, menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti permasalahan ini. "Kami jadwalkan turun. Pasti dibantu karena kewajiban kami adalah membantu rakyat. Insyaallah saya akan berjuang sesuai kapasitas saya sebagai Camat," tegasnya.
Sikap serius juga ditunjukkan Anggota DPRD Lampung Selatan, Agus Sartono. "Senin saya turun ke warga dulu," ujar Agus, menegaskan keseriusannya untuk meninjau langsung ke lokasi kejadian guna melihat permasalahan yang sebenarnya.
Sebelumnya, awak media juga telah berupaya mengonfirmasi pihak manajemen PT Wongsool melalui pesan WhatsApp kepada Humas perusahaan, Agung, namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban atau tanggapan yang diterima. Redaksi tetap membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi pihak terkait.
( A.D.S )