home

HOME

pages

HALAMAN

Debu PT Wongsool Ancam kesehatan Warga Sukabanjar: Janji Solusi Palsu, Warga Pasrah Harap Bupati

13-06-2026 | Daerah | 219x dibaca
Debu PT Wongsool Ancam kesehatan Warga Sukabanjar: Janji Solusi Palsu, Warga Pasrah Harap Bupati
"Kondisi kulit anak yang terdampak debu PT wonggsool"

SIDOMULYO – Debu hasil pengolahan sabut kelapa di PT Wongsool, Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo, semakin mengganggu dan dikhawatirkan membahayakan kesehatan warga karena bertebaran masuk ke pemukiman.

 

Salah satu warga mengeluh, debu ini bukan sekadar masalah kebersihan. "Kami ingin bebas debu. Kami ibu-ibu capek membersihkan tiada henti, dampaknya ke anak pun nyata: kami dan anak-anak sering merasakan gatal-gatal pada kulit," ungkapnya.

 

Keluhan sudah disampaikan lama, bahkan sempat ada unjuk rasa. Dulu pihak pabrik berjanji memasang alat penangkap debu dan pembatas, namun hingga kini janji tak terwujud. Produksi justru makin gencar, debu makin tebal.


"Kalau musim kemarau kami yang paling merasakan dampaknya. Debu beterbangan ke mana-mana karena terbawa angin. Baru disapu, beberapa saat kemudian sudah kotor lagi. Kalau musim hujan memang agak berkurang, tapi saat kemarau debunya benar-benar masuk ke lingkungan warga dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari," keluh seorang ibu warga Dusun Ketibung.



Foto.seorang anak yang mengalami gatal gatal pada kulit, efek dari debu PT wonggsool 


Warga juga kecewa pada janji pemerintah. Kabar Wakil Bupati akan meninjau lokasi ternyata tak terlaksana hingga kini. "Harapan kami makin hilang, kami pasrah. Jangan sampai ada korban jiwa baru ada tindakan. Anak-anak kami tiap hari harus hirup udara berdebu," ucapnya sedih.

 

Warga memohon tegas kepada Bupati Raditio Egi Pratama, Wakil Bupati M. Saiful, Anggota Dewan, Camat Sidomulyo, dan dinas terkait agar turun tangan atasi pencemaran ini yang sudah dinilai darurat.


"Kami tidak menolak perusahaan beroperasi, tapi kami juga berhak mendapatkan lingkungan yang bersih dan udara yang sehat. Jangan sampai ada warga yang sakit baru ada tindakan dari pihak terkait."

 

Pihak redaksi sudah mencoba konfirmasi ke Humas PT Wongsool lewat pesan WhatsApp, namun Agus selaku perwakilan belum merespon. Hingga berita diturunkan, manajemen belum memberikan keterangan. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait.

Admin

Admin

Jasa Pembuatan News CMS