LAMPUNGTIMUR--Ketelatenan pemanfaatkan tanaman pangan singkong hasil perkebunan, mendorong Rumiati (42), seorang ibu rumah tangga warga Dusun Semarang, Desa Marga Batin, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, mengolah singkong menjadi makanan atau cemilan ringan kerupuk "eyek-eyek” cita rasa tradisonal yang gurih, renyah dan nikmat.
Cemilan ringan tradisional eyek-eyek dari bahan singkong, saat ini sudah sangat jarang sekali ditemui. Meski sederhana, eyek-eyek atau ada juga yang menyebutnya rengginang singkong memiliki rasa gurih dan bisa menjadi alternatif untuk hidangan pagi hari sebelum pergi menjalankan aktivitas.
Makanan tradisonal eyek-eyek singkong, merupakan sejenis kerupuk. Bagi orang Indonesia kebanyakan, penganan dari bahan singkong ini cukup direbus, digoreng, dibuat kolak, dan keripik.
Meski kerupuk eyek-eyek berasal dari Jawa, namun saat ini dapat dijumpai hampir di seluruh wilayah Indonesia. Di Lampung (Kabupaten Lampung Timur), kerupuk eyek-eyek salah satunya diproduksi Ibu Rumiati.
Puluhan ancak, yakni alas datar berbentuk persegi panjang terbuat dari jaring waring dengan bingkai bilah bambu di sekelilingnya berisi kerupuk eyek-eyek berbahan dasar singkong berjejer di pelataran rumah Rumiati, salah satu produsen kerupuk eyek-eyek berbahan dasar singkong di Lampung.
Kerupuk eyek-eyek yang masih mentah itu, sedang dijemur dibawah terik matahari sebelum diolah menjadi cemilan ringan yang gurih, renyah dan nikmat.
Rumiati mengatakan, kerupuk eyek-eyek, adalah makanan ringan tradisionalrenyah dan gurih yang dibuat dari bahan singkong dengan cara diparut secara manual atau dengan mesin, mencampurnya dengan bumbu, mencetaknya tipis-tipis, menjemur hingga kering, dan digoreng.
“Selain untuk cemilan, eyek-eyek bisa digunakan sebagai lauk pendamping makan nasi seperti kerupuk pada umumnya,”kata Rumiati kepada bilahnews.id saat ditemui di rumahnya, Sabtu (6/6/2026) siang.
Menurutnya, bahan dasar krupuk eyek-eyek dari singkong ini selain mudah didapat, harganya juga murah serta memiliki kandungan protein, karbohidrat dan lainnya.
Puluhun keping kerupuk eyek-eyek singkong usai dijemur diatas ancak atau alas datar berbentuk persegi panjang terbuat dari jaring waring dengan bingkai bilah bambu di sekelilingnya. (Foto: bilahnews.id)
Ia mengaku, usaha makanan ringan kerupuk eyek-eyek ini, sudah ia tekuni sejak tahun 2017hingga sekarang ini (2026). Ia mulai menekuni usaha ini, ketika ditengah himpitan ekonomi rumah tangganya untuk bisa membantu suaminya yang bekerja sebagai pemetik buah kelapa atau buruh serabutan.
“Sudah 9 tahun membuat kerupuk eyek-eyek singkong ini. Bisa membuat makan ringan ini (eyek-eyek), saya pelajari dari nenekyang dulunya hanya buat cemilan sendiri dirumah,”ujar perempuan 42 tahun ini.
Kerupuk eyek-eyek singkong buatannya, dibanderol dengan harga Rp8.000/bungkus isi 30 keping untuk jual eceraan dan Rp7.000/bungkus kepada agen. Dalam sebulan, produk cemilan ringan kerupuk eyek-eyek buatannya bisa terjual sebanyak 450 bungkus dengan omzet Rp3,5 juta.
“Untuk pemasaran di ambil sama agen, juga dijual eceran. Selain dijual, ada juga yang saya simpan dan akan digoreng saat dibutuhkan untuk cemilan keluarga atau saat ada tamu berkunjung sebagai sajian kuliner tradisional,”kata dia.
Ia menuturkan, pesanan kerupuk eyek-eyek buatannya ini tidak hanya dari wilayah tempat tinggalnya saja, namun hingga luar daerah Lampung. Permintaan pesanan itu ramai, setelah Hari Raya Idul Fitrikarena banyak yang mau berangkat merantau lagi ke daerah Jakarta, Tangerang dan lainnya.
Bahkan kerupuk eyek-eyek singkong buatannya, sudah sampai ke Hongkong dan Malaysia yang dipesan sama TKI ketika cuti pulang kampung dan akan dibawa sebagai oleh-oleh ke tempat kerjanya di luar negeri. Mempertahankan resep, adalah kunci kerupuk eyek-eyek singkong buatannya tetap digemari.
“Sangat bersyukur sekali, usaha ini bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah anak dan bisa membantu suami. Harapannya, usaha ini bisa berkembang dan lebih maju lagi,”ucapnya.
Pembuatan Kerupuk Eyek-eyek
Cara membuatnya, lanjut Rumiati, singkong dikupas kulitanya terlebih dahulu, lalu dipotong menjadi ukuran yang tidak terlalu besar. Setelah dicuci bersih, singkong dihaluskan dengan cara digiling manual menggunakan parutan atau mesin.
“Parutan singkong direndam selama satu hari, setiap tiga jam air diganti sampai air rendaman jernih, lalu diangkat dan dicepet dengan kayu untuk memisahkan antara tepung kasar dan aci,”kata dia.
Kemudian, tepung aci dicampur dengan tepung singkong dan diuleni (diadon) secara merata dicampur bumbu sebagai penambah cita rasa seperti garam, ketumbar, lada, penyedap rasa, dan bawang putih. Setelah tepung singkong yang sudah berbentuk adonan dan diberi bumbu, lalu dicetak menggunakan alat seperti tutup toples atau cetakan khusus sehingga membentuk bulatan pipih tipis yang seragam.
Puluhun keping kerupuk eyek-eyek singkong yang sudah kering dan dikemas dalam palastik siap dipasarkan. (Foto: bilahnews.id)
Selanjutnya direbus kurang lebih selama 15 menit, lalu diangkat dan dijemur menggunakan ancak atau alas datar berbentuk persegi panjang dibawah terik matahari sampai benar-benar kering dengan waktu pengeringan maksimal dua hari.
“Setelah benar-benar kering, kerupuk eyek-eyek mentah siap digoreng dalam minyak panas hingga mekar dan renyah,”ungkapnya.
Bahan yang Digunakan dan Modal
Sementara bahan untuk membuat kerupuk eyek-eyek, Rumiati memilih singkong jenis thailan karena memiliki tekstur yang lebih empuk juga mengandung banyak aci sehingga rekat dan tidak mudah pecah ketika kerupuk eyek-eyek sudah kering. Dengan begitu, kerupuk eyek-eyek yang dihasilkan juga renyah dan gurih.
Kerupuk eyek-eyek yang sudah dikeringkan, bisa bertahan lama sebelum digoreng. Selain itu eyek-eyek yang disimpan, bisa digoreng saat akan dihidangkan dan untuk menjaga kerenyahannya harus disimpan dalam wadah kedap udara seperti toples atau plastik.
“Modal buat kerupuk eyek-eyek terbilang ringan, bahan singkong dan bumbu sebesar Rp100 ribu. Sehari sekitar 50 kilogram singkong yang saya buat kerupuk eyek-eyek, dengan menghasilkan 37 bungkus berisi 30 keping kerupuk eyek-eyek setiap bungkusnya,”tandasnya. (Cah/Red)