LAMPUNG TIMUR--Kelangkaan pupuk subsidi yang menjerat para petani di Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, selama dua bulan terakhir akhirnya menemui titik terang. Kini, para petani bisa bernapas lega karena pupuk yang dinanti sudah tersedia di Kios Pertanian dan siap disalurkan.
Sebelumnya, kelangkaan pupuk pada musim tanam tahun 2026 ini sempat memicu keresahan. Para petani menjerit lantaran kesulitan mendapatkan pupuk subsidi di pasaran, padahal tanaman padi mereka sudah memasuki masa pemupukan. Akibat keterlambatan ini, pertumbuhan tanaman padi menjadi tidak maksimal dan dibayangi risiko gagal panen.
Untuk menyiasati keadaan, sebagian petani terpaksa meminjam pupuk dari kerabat di luar Kabupaten Lampung Timur. Sementara sebagian lainnya terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pupuk non-subsidi yang harganya jauh lebih mahal.
Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Waway Karya, Feri, mengatakan bahwa pupuk subsidi jenis Urea dan NPK Phonska untuk kebutuhan para petani di Desa Ngesti Karya dan Sumber Rejo sudah didistribusikan (droping) dan tiba di kios pengecer itu, Jumat (17/7/2026) kemarin.
"Sudah ada ketersediaan pupuk subsidi di kios pengecer. Rencananya, hari Minggu besok akan dikirimkan ke Ketua Gapoktan Desa Ngesti Karya agar bisa segera disalurkan ke para petani desa setempat," ujar Feri melalui pesan WhatsApp kepada bilahnews.id, Sabtu (18/7/2026).
Pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska yang sudah disalurkan ke Gapoktan Desa sumber Rejo, Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang ia terima, keterlambatan pengiriman pupuk bersubsidi tersebut disebabkan oleh kendala pengiriman dari Gresik.
"Untuk Desa Karya Basuki, Desa Tanjung Wangi, dan desa lainnya, hari ini akan kita kroscek lagi ke distributor atau kios pertanian di wilayah desa mereka masing-masing,"tambahnya.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Ngesti Karya, Jaja, mengonfirmasi kabar baik terkait sudah adanya ketersediaan pupuk subsidi di Kios Pertanian tersebut. Ia pun memastikan, bahwa pupuk subsidi untuk anggotanya sudah siap dan tinggal menunggu proses pengiriman dari Kios Pengecer saja.
"Ya benar, pupuk sudah ada di Kios Pengecer dan baru datang Jumat kemarin. Pupuk itu akan dikirim Minggu besok ke kami (Gapoktan), baru setelah itu akan langsung kita bagikan ke para petani sesuai kebutuhan masing-masing,"kata Jaja.
Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi para petani setempat. Taryono, salah seorang petani, mengaku sangat bersyukur karena penantian panjang mereka selama dua bulan terakhir akhirnya membuahkan hasil.
"Harapan kami ke depannya, semoga tidak terjadi lagi kelangkaan maupun keterlambatan pupuk. Jadi petani tidak kesulitan dan bisa menghindari risiko gagal panen," harap Taryono. (Cah/Red)